Jual Mesin Kemiri, Mesin Pemecah Kulit Kemiri, Alat Pemecah Kulit Kemiri Terbaru 2019 . Untuk Info Harga Mesin pemecah kemiri

test

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Friday, 17 January 2020

Proses Pembuatan Biodiesel Dari Kemiri Sunan

Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw) Dengan Keberadaan Co-Solvent Aseton dan Katalis Heterogen Natrium Silikat Terkalsinasi

Hi, selamat malam, sesi kali ini akan membahas mengenai proses pembuatan biodiesel dari kemiri sunan Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw) Dengan Keberadaan Co-Solvent Aseton dan Katalis Heterogen Natrium Silikat Terkalsinasi simak selengkapnya lebih dalam tentang kemiri.

RIWAYAT HIDUP PENULIS

  Masalah yang sering timbul dalam proses transesterifikasiadalah waktu reaksi yang lama karena minyak dan alkohol tidak saling melarut dan juga pemisahan dan pemurnian katalis yang sulit dengan katalis homogen. Pada penlitian ini setiap variable penelitian dianalisisterhadap yield yang dihasilkan dnegan mengunakan metode respon pemukaan(RSM) dengan bantuan software design expert dan didapat yield biodiesel optimum o pada pengunaan katalis sebesar 3%, waktu reaksi 30 menit, suhu 40 C dan jumlah co-solvent 20%.

Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw) Dengan Keberadaan Co-Solvent Aseton dan Katalis Heterogen Natrium Silikat Terkalsinasi

DAFTAR ISI

HalamanPERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI iPENGESAHANii PRAKATAiii DEDIKASIiv RIWAYAT HIDUP PENULIS viABSTRAKvii ABSTRACTviii DAFTAR ISIix DAFTAR GAMBARxii DAFTAR TABELxiv DAFTAR LAMPIRANxv DAFTAR SINGKATANxvii DAFTAR SIMBOLxviii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 LATAR BELAKANG 1 1.2 PERUMUSAN MASALAH 5 1.3 TUJUAN PENELITIAN 5 1.4 MANFAAT PENELITIAN 5 1.5 RUANG LINGKUP PENELITIAN 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 2.1 BIODIESEL 7 2.2 MINYAK KEMIRI SUNAN 8 2.3 ALKOHOL 9 2.4 KATALIS HETEROGEN 10 2.5 CO-SOLVENT ASETON 11 2.6 TRANSESTERIFIKASI 13 2.7 ANALISIS POTENSI ENERGI 15 BAB III METODE PENELITIAN 18 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 18 3.2 BAHAN DAN PERALATAN 18 ix 3.2.1 Bahan 18 3.2.2 Peralatan 18 3.3 PROSEDUR PENELITIAN 19 3.3.1 Preparasi Katalis Natrium Silikat 19 3.3.2 Pengujian Kadar Asam Lemak Bebas 19 3.3.3 Proses Esterifikasi 20 3.3.4 Proses Transesterifikasi 20 3.4 ANALISIS BIODIESEL 21 3.4.1 Analisis Kualitatif 21 3.4.2 Analisis Kuantitatif 21 3.4.2.1 Analisis Densitas 21 3.4.2.2 Analisis Viskositas 222 3.5 FLOWCHART PERCOBAAN 22 3.5.1 Flowchart Preparasi Katalis Natrium Silikat 22 3.5.2 Flowchart Kadar Asam Lemak Bebas 23 3.5.3 Flowchart Proses Esterifikasi 24 3.5.4 Flowchart Proses Transesterifikasi 25 3.5.5 Flowchart Analisis Densitas 26 3.5.6 Flowchart Analisis Viskositas 27 3.6 RANCANGAN PERCOBAAN 28 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 30 4.1 HASIL ANALISA BAHAN BAKU 30 4.2 PREPARASI KATALIS NATRIUM SILIKAT TERKALSINASI 32 4.3 PROSES ESTERIFIKASI 33 4.4 OPTIMASI PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRISUNAN DENGAN KEBERADAAN CO-SOLVENT ASETONDAN KATALIS NATRIUM SILIKAT TERKALSINASI 34 4.5 VALIDASI MODEL 46 4.6 EFEKTIFITAS CO-SOLVENT 48 4.7 KARAKTERISTIK BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN 49 50 5.5 KESIMPULAN 50 5.5 SARAN 51 DAFTAR PUSTAKA 52 DAFTAR GAMBAR 33 Gambar 4.4 Kontur %Yield Biodiesel Untuk Jumlah Katalis Dan WaktuPada Suhu 40 43 Gambar 4.9 Kontur %Yield Biodiesel Untuk Jumlah Co-SolventDengan Suhu Reaksi Pada Jumlah Katalis 3% Dan WaktuReaksi 30 Menit c o 42 Gambar 4.8 Kontur %Yield Biodiesel Untuk Jumlah Co-SolventDengan Waktu Reaksi Pada Jumlah Katalis 3% Dan WaktuReaksi 40 Co-Solvent 20% 40 Gambar 4.7 Kontur %Yield Biodiesel Untuk Waktu Reaksi DenganSuhu Reaksi Pada Jumlah Katalis 3% Dan Jumlah c Dan WaktuReaksi 30 Menit O 39 Gambar 4.6 Kontur %Yield Biodiesel Untuk Jumlah Katalis DenganJumlah Co-Solvent Pada Suhu Reaksi 40 37 Gambar 4.5 Kontur %Yield Biodiesel Untuk Katalis Dan Suhu ReaksiDengan Waktu Reaksi 30 Menit Dan Co-Solvent 20% c Dan Co-Solvent 20% o 31 Gambar 4.3 Proses Preparasi Natrium Silikat Halaman 30 Gambar 4.2 Reaksi Pembentukan Asam Linoleat Terkonjugasi 27 Gambar 4.1 Hasil Analisis Kromatogram GC Komposisi Asam LemakMinyak Kemiri Sunan 26 Gambar 3.7 Flowchart Analisis Viskositas 25 Gambar 3.6 Flowchart Analisis Densitas 24 Gambar 3.5 Flowchart Proses Transesterifikasi 23 Gambar 3.4 Flowchart Proses Esterifikasi 22 Gambar 3.3 Flowchart Kadar Asam Lemak Bebas 19 Gambar 3.2 Flowchart Preparasi Katalis Natrium Silikat 14 Gambar 3.1 Garis Besar Tahapan-Tahapan Penelitian 11 Gambar 2.2 Mekanisme Umum Transesterifikasi Natrium Silikat Gambar 2.1 Mekanisme Reaksi Pembuatan Biodiesel dengan 45 Gambar 4.10 Hubungan Nilai Aktual dengan Nilai Prediksi dari 71 Gambar L5.7 Hasil Esterifikasi 75 Gambar L6.2 Hasil Pengolahan Data Dengan Design Expert 74 Gambar L6.1 Data Rancangan Percobaan 74 Gambar L5.14 Biodiesel Minyak Kemiri Sunan 73 Gambar L5.13 Pengeringan Metil Ester 73 Gambar L5.12 Pencucian Metil Ester 73 Gambar L5.11 Proses Pemisahan Gliserol 72 Gambar L5.10 Proses Destilasi Dengan Rotary Evaporator 72 Gambar L5.9 Filtrasi Katalis 72 Gambar L5.8 Proses Transesterifikasi 71 Gambar L5.6 Proses Esterifikasi Run 1 Sampai run 30 70 Gambar L5.5 Analisa Bilangan Iodin 70 Gambar L5.4 Analisa Densitas 69 Gambar L5.3 Natrium Silikat Terkalsiasi 140 Mesh 69 Gambar L5.2 Proses Analisis Kadar FFA 68 Gambar L5.1 Bahan Baku Minyak Kemiri Sunan 67 Gambar L4.3 Hasil Analisis AAS 66 Gambar L4.2 Hasil Analisis Kromatogram GC Biodiesel TanpaCo-Solvent 48 Gambar L4.1 Hasil Analisis Kromatogram GC Biodiesel Run 20 46 Gambar 4.11 Efek Aseton Vs Yield 75 DAFTAR TABEL 28 Tabel 4.1 Komposisi Asam Lemak dari Miyak Kemiri Sunan 60 Tabel L2.1 Hasil Analisis Yield Biodiesel 60 Tabel L1.2 Komposisi Trigliserida Minyak Kemiri Sunan 49 Tabel L1.1 Komposisi Asam Lemak Bahan Baku Minyak Kemiri Sunan 47 Tabel 4.8 Karakteristik Biodiesel Minyak Kemiri Sunan 36 Tabel 4.7 Nilai Aktual dan Nilai Perdiksi Yield Biodiesel 35 Tabel 4.6 Analysys Variance (ANOVA) terhadap Yield 35 Tabel 4.5 Pemilihan Model Persamaan Statistik 34 Tabel 4.4 Hasil Yield Biodiesel dari Berbagai Perlakuan 32 Tabel 4.3 Karakteristik Minyak Hasil Esterifikasi 30 Tabel 4.2 Sifat Fisika dari Minyak Kemiri Sunan 28 Tabel 3.2 Central Composite Design (CCD) untuk 4 Faktor Halaman 17 Tabel 3.1 Perlakuan Terkode Reaksi Transesterifikasi 16 Tabel 2.7 Jumlah Energi Output 16 Tabel 2.6 Total Energi Input 13 Tabel 2.5 Kebutuhan Listrik Proses Pembuatan Biodiesel 10 Tabel 2.4 Karakteristik Beberapa Co-Solvent 9 Tabel 2.3 Sifat –Sifat Metanol 8 Tabel 2.2 Asam Lemak Penyusun Kemiri Sunan 3 Tabel 2.1 Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar (Biofuel)Jenis Biodiesel 3 Tabel 1.2 Penelitian – Penelitian Transesterifikasi Terdahulu Tabel 1.1 Penelitian – Penelitian Esterifikasi Terdahulu 61

DAFTAR LAMPIRAN

66 L4.1 HASIL ANALISIS BIODIESEL 72 72 L5.9 FILTRASI KATALIS 72 L5.8 PROSES TRANSESTERIFIKASI 71 L5.7 HASIL ESTERIFIKASI 71 L5.6 PROSES ESTERIFIKASI 70 L5.5 ANALISA BILANGAN IODIN 69 L5.3 NATRIUM SILIKAT TERKALSIASI 140 MESH 70 L5.4 ANALISA DENSITAS 69 L5.2 PROSES ANALISIS KADAR FFA 69 L5.1 GAMBAR BAHAN BAKU 66 LAMPIRAN E DOKUMENTASI PENELITIAN HalamanLAMPIRAN A DATA BAHAN BAKU 60 L1.1 KOMPOSISI ASAM LEMAK BAHAN BAKU MINYAK KEMIRI SUNAN HASIL ANALISA GCMS 65 L3.7 PERHITUNGAN KADAR AIR BAHAN BAKU 64 L3.6 PERHITUNGAN BILANGAN IODINE 64 L3.5 PERHITUNGAN VISKOSITAS BIODIESEL 63 L3.4 PERHITUNGAN DENSITAS BIODIESEL 63 L3.3 PERHITUNGAN YIELD BIODIESEL 62 L3.2 PERHITUNGAN KEBUTUHAN METANOL 62 L3.1 PERHITUNGAN KADAR FFA MINYAK KEMIRI SUNAN 61 LAMPIRAN C CONTOH PERHITUNGAN 61 L2.1 DATA YIELD BIODIESEL 60 LAMPIRAN B DATA PENELITIAN 60 L1.2 KOMPOSISI TRIGLISERIDA BAHAN BAKU MINYAK KEMIRI SUNAN 65 LAMPIRAN D HASIL ANALISIS BIODIESEL EVAPORATOR 73 L5.11 PROSES PEMISAHAN GLISEROL 73 L5.12 PENCUCIAN METIL ESTER 73 L5.13 PENGERINGAN METIL ESTER 74 L5.14 BIODIESEL MINYAK KEMIRI SUNAN 74 LAMPIRAN F ANALISA STATISTIK DENGAN DESIGN EXPERT 75 L6.1 DATA RANCANGAN PERCOBAAN 75 LF.2 HASIL PENGOLAHAN DATA DENGAN DESIGN EXPERT 75

DAFTAR SINGKATAN

  Masalah yang sering timbul dalam proses transesterifikasiadalah waktu reaksi yang lama karena minyak dan alkohol tidak saling melarut dan juga pemisahan dan pemurnian katalis yang sulit dengan katalis homogen. Pada penlitian ini setiap variable penelitian dianalisisterhadap yield yang dihasilkan dnegan mengunakan metode respon pemukaan(RSM) dengan bantuan software design expert dan didapat yield biodiesel optimum o pada pengunaan katalis sebesar 3%, waktu reaksi 30 menit, suhu 40 C dan jumlah co-solvent 20%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

  Yield tertinggi: 99% pada waktu reaksi 30menit; termperatur 40 o C; jumlah co- solvent 20%; jumlah katalis 1% dan rasio alkohol:metanol 6:1Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Thanh pada tahun 2013, pemakaian aseton sebagai co-solvent pada pembuatan biodiesel memberikan yield solvent 10%; suhu co-solvent aseton dan o 4. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut pengaruhwaktu, dosis katalis, suhu dan jumlah co-solvent terhadap bahan baku minyak kemiri sunan melalui proses transesterifikasi mengunakan katalis natrium silikatdan co-solvent aseton serta kefektifan aseton sebagai co-solvent dalam pembuatan biodiesel dari minyak kemiri sunan dengan katalis heterogen natrium silikatterkalsinasi.

Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw) Dengan Keberadaan Co-Solvent Aseton dan Katalis Heterogen Natrium Silikat Terkalsinasi

1.5 RUANG LINGKUP PENELITIAN

  Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu minyak kemiri sunan sebagai bahanbaku, natrium silikat sebagai katalis dan aseton sebagai co-solvent. Jumlah katalis = 1,2,3,4 dan 5 % [13]Parameter yang dianalisis pada biodiesel adalah : 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 BIODIESEL

  Sedangkan diesel berasal dari nama suatu mesin injeksi yang diciptakan Rudolph Diesel jadi, biodiesel merupakan bahan bakar dieselyang berasal dari minyak nabati atau hewani yang dapat bekerja pada mesin diesel konvensional, sekalipun tanpa perlu ada modifikasi apapun dengan penambahanbahan pelindung [22]. Menurut Ketaren (1986), minyak nabati seperti minyak kacangkedelai, miyak kemiri, minyak biji karet dan lain-lain adalah minyak yang mudah mengering dan termasuk jenis minyak dengan ikatan rangkap yang banyak.

2.2 MINYAK KEMIRI SUNAN

  Minyak kemiri sunan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti sebagai insektisida alami yang sangat efektif untuk membunuh hama dan bahanpelapis cat [29]. Minyak kemiri sunan tersusun dari beberapa asam lemak yang dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk oleokimia yang bernilai tinggi [9], akanTetapi minyak kemiri sunan mengandung racun sehingga tidak dapat dikomsumi dimana dikatakan bahwa minyak kemiri sunan mengandung asam alpha-eleostearat yang menyebabkan minyak kemiri beracun [29].

2.3 ALKOHOL

  Sekitar sepertiga dari produksi metanol digunakan untuk membuat formaldehida dan selebihnya digunakan untuk membuat MTBE(Methyl Tertiary Buthyl Ester), asam asetat, plarut, metaklirat, bahan bakar dan lain-lain [32]. Alkohol seperti metanol, etanol, propanol, butanol dan amil alkohol dapat digunakan dalam proses transesterifikasi.

2.4 KATALIS HETEROGEN

  Tetapi dalam prosesnya, pengilangan katalis dan 2 4 pemurnian gliserolnya sangatlah susah dan dalam jumlah yang besar menghasilkan air buangan secara simultan, yang mana memerlukan biaya ekstrauntuk membentuk produk akhir. Sodium silikat tidak dapat larut dalam medium pereaksi (minyak dan alkohol) dan dalam kinerjanya iaberfungsi sebagai katalis heterogen dalam reaksi transesterifikasi [20].

2.5 CO-SOLVENT ASETON

  Transesterifikasi yang juga disebut alkoholisis sampai pada saat ini dipandang sebagai metode paling menguntungkan dalam memproduksi bahan bakar biodieseldari minyak nabati, tetapi reaksi transesterifikasi minyak nabati yang selama ini dilakukan memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1 jam untuk Reaksi satu fase dapat dibentuk dengan menabahkan solvent yang dapat menambahkan kelarutan minyak yang disebut juga sebagai co-solvent [14]. Keuntungan penggunaan co-solvent adalah co-solvent dalam reaksidapat meningkatkan kelarutan minyak dan alkohol pada temperatur yang rendah [15] dan juga mempercepat reaksi [16].

2.6 TRANSESTERIFIKASI

  Transesterifikasi merupakan proses reaksi dimana molekul trigliserida yang ada dalam lemak hewani dan minyak nabati direaksikan dengan alkohol dengankeberadaan katalis untuk membentuk ester dan gliserol. Ketika reaksi transesterifikasi dengan alkohol berlangsung, tahap pertamanya adalah konversidari trigliserda menjadi digliserida, dimana diikuti dengan yang berikutnya yaitu konversi dari gliserida yang lebih tinggi hingga menjadi gliserida yang lebihrendah dan menjadi gliserol [37].

2.7 ANALISIS POTENSI ENERGI

  Kemiri sunan merupakan salah satu tumbuhan penghasil minyak nabati non pangan yang memiliki jumlah kandungan minyak hingga 62% dimana minyaknabati non pangan lainnya seperti jarak hanya mengandung 49,1% minyak dari berat bijinya, sehingga miyak kemiri sunan dapat dijadikan alternatif baru danmemiliki potensi besar sebagai bahan baku pembuatan biodiesel untuk meminimalkan dampak lingkungan [30]. Pengontrolan nilai asam lemak bebas bahan baku dapat mengurangi jumlah energi input yg diperlukan, seperti yang dilaporkan oleh Maman Hermandkk (2010) bahwa dengan mengseleksi biji kemiri sunan yang berkualitas nilai asam lemak dari kemiri sunan dapat direduksi hingga 1,7% [9].

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  Indikator Phenolphthalein Penelitian dilakukan di Laboratorium Proses Industri Kimia, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan. Natrium Silikat 1.

3.2.1 Bahan

)

2 SO

3 OH)

3.2.2 Peralatan

  Pipet tetes Pada penelitian ini peralatan yang digunakan antara lain : 1. Lumpang dan alu 12.

3.3 PROSEDUR PENELITIAN

  Pada penelitian yang ada beberapa tahapan – tahapan penting yang dilakukan pada penetitian seperti yang dpat dilihat pada gambar 3.1 berikutPre-treatment Preparasi TransesteriPemurnian Pengujian fikasi (Esterifikasi) katalis Gambar 3.1 Garis Besar Tahapan-Tahapan Penalitian 3.3.1 Preparasi Katalis Natrium Silikat [13]o 1. Campuran natrium silikat dan metanol dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang dilengkapi dengan termometer dan magnetic stirrer lalu ditutup, dan o direaksikan selama 10-50 menit pada suhu 25-45 C.

3.4 ANALISIS BIODIESEL

  Analisis kualitatif yang dilakukan adalah analisis kemurnian dimana ini dilakukan dengan kromatografi gas (GC-14B, SHIMADZU) dan sampel yangdianalisis adalah sampel yang menghasilkan biodiesel maksimum. C selama 30 menit untuk memisahkan co-solvent dan metanol dari campuran metalester dan gliserol.

3.4.2.1 Analisis Densitas [51]

3.4.2.2 Analisis Viskositas [52]

  Cairan dibiarkan turun, waktu selama cairan turun dari tanda “a” ke tanda “b” dihitung dengan stopwatch dan dicatat. Pengukuran waktu dilakukan sebanyak tiga kali dan dihitung viskositas sampel dari waktu alir yang diperoleh.

3.5 Flowchart Percobaan

3.5.1 Flowchart Preparasi Natrium Silikat Terkalsinasi

Gambar 3.2 Flowchart Preparasi Katalis Natrium Silikat Terkalsinasi MulaiNatrium silikat didehidrasi pada suhu 200 o C selama 2 jamHasil gilingan diayak dengan ayakan 140 mesh SelesaiDimasukkan ke dalam furnace lalu dipanaskan selama 2 jam pada suhu 400 o C

3.5.2 Flowchart Pengujian Kadar Asam Lemak Bebas

  Mulai Sebanyak 0,1- 20 gram sampel minyak kemiri sunan dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml metanol 95%dan 0,5 ml phenolptalein panas. Dititrasi dengan NaOH 0,1 N hingga berubah dari bening menjadi merahrosa Dicatat volume NaOH 0,1 N yang terpakai Ya Apakah ada sampel minyak yang lain ?

3.5.3 Flowchart Proses Esterifikasi

Gambar 3.4 Flowchart Proses Esterifikasi Dimasukkan 100 gram minyak kemiri sunan ke dalam labu leher tiga Diaduk dan direaksikan pada suhu 60o CSelesai Mulai Apakah FFA minyak kemiri sunan < 3 % ?Hasil reaksi dimasukkan ke dalam corong pemisah dan dibiarkan terjadi pemisahan selama dua jam pada temperatur kamar Minyak dan metil ester dicuci dengan aquadest lalu dipanaskan dalam oven pada suhu 100o C sampai berat konstan TidakYa Setelah itu metanol dipisahkan dengan cara mendistilasi campuran tersebutDitambahkan campuran antara metanol sebanyak 9:1 dengan rasio minyak : metanol dan H2 SO4 sebanyak 1% dari berat minyak kemiri sunan

3.5.4 Flowchart Proses Transesterifikasi

Mulai Ditimbang katalis natrium silikat terkalsinasi sebanyak 1-5% dari berat minyak kemiri sunan laludimasukkan ke dalam beaker glass Ditambahkan aseton sebanyak 10-50% dari berat minyakkedalam minyak lalu diaduk selama 30 detik di dalamerlenmeyer Campuran dipanaskan sampai temperatur 30-50 o C di atas hotplate selama 10-50 menit Ditambahkan metanol dari rasio molar metanol/minyak 6:1 ke dalam beaker glassCampuran katalis natrium silikat terkalsinasi dan metanol dimasukkan kedalam erlenmeyer Setelah itu metanol dipisahkan dengan cara mendistilasi campuran tersebut Campuran yang terbentuk dituang ke dalam corong pemisah dandibiarkan terjadi pemisahan selama 2 jam pada temperatur kamar Apakah lapisan pencuci sudah jernih ?Metil ester dicuci dengan air hangat untuk membuang residu katalis dan sabun dan dilakukan berulang kali Diukur volume biodiesel yang dihasilkan kemudian dikeringkan hingga suhu biodiesel mencapai 105o C lalu diukur volume dan dianalisis A B Selesai Gambar 3.5 Flowchart Proses Transesterifikasi

3.5.5 Flowchart Analisis Densitas

MulaiPiknometer dikalibrasi dengan air untuk mencari volume piknometer (m ) air air /ρDimasukkan metil ester ke dalam piknometer dan ditimbang massanya Dihitung densitas metil ester (m /volum piknometer) sampel Dihitung spesifik gravitasi ( / ) metil ester air ρ ρSelesai Gambar 3.6 Flowchart Analisis Densitas

3.5.6 Flowchart Analisis Viskositas

Gambar 3.7 Flowchart Analisis Viskositas Dilakukan pengukuran sebanyak 3 kaliDihisap air dengan karet penghisap sampai melewati batas atas tanda garis “a” SelesaiCairan dibiarkan turun dan diukur waktu saat air turun dari batas atas (tanda “a”) ke batas bawah (tanda “b”) MulaiDiisi sebanyak 5 ml air ke dalam viskosimeter Ditentukan konstanta viskosimeterDiisi sebanyak 5 ml metil ester ke dalam viskosimeter Pengukuran waktu dilakukan sebanyak 3 kali seperti pada pengukuran waktu alir airDihitung viskositas sampel dari waktu alir yang diperoleh

3.6 RANCANGAN PERCOBAAN

  Penelitian ini dilakukan dengan variabel bebas yaitu jumlah katalis, waktu reaksi, temperatur reaksi dan jumlah co-solvent pada reaksi transesterifikasi denganmenggunakan metode permukaan respon (response surface methodology). Untuk Central Composite Design (CCD) dengan 5 level dengan 4 faktor, variabel independen tersebut dikodekan dalam dua nama level yaitu rendah (-1) dan tinggi(+1), sedangkan titik aksial dikodekan sebagai -2 (- ) dan +2 (+ ) [3].

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL ANALISIS BAHAN BAKU

  Berdasarkan hasil analisis GC, komponen asam lemak yang dominan pada sampel adalah pada puncak 3 yaitu asam lemak jenuh berupa asam palmitatsebesar 16.9349% (b/b), puncak 6 yaitu asam lemak tidak jenuh berupa asam oleat sebesar 38.6318% (b/b) dan puncak 4 yaitu asam lemak tidak jenuh berupa asamlinoleat sebesar 35.0184% (b/b). Tabel 4.2 Sifat Fisika dan kimia dari Minyak kemiri sunan Sifat Fisika Jumlah 3 Densitas 0,9315 kg/m 2 Viskositas 69,5747mm /s FFA 9,1517 %Dari Tabel 4.2 terlihat bahwa minyak kemiri sunan memiliki kadar asam lemak yang tinggi yaitu sebesar 9,1517%, sedangkan bahan baku untuk prosestransesterifikasi dengan katalis natrium silikat harus memiliki nilai toleransi angka asam lemak bebas < 2,5%.

4.2 PREPARASI KATALIS NATRIUM SILIKAT TERKALSINASI

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan Guo dkk (2010) kondisi o optimum proses kalsinasi natrium silikat diperoleh pada suhu 400 C dan waktu 2 jam. 32 Gambar 4.3 Proses Preparasi Natrium Silikat [13] Seperti yang terlihat pada gambar 4.3 bahwa pada percobaan dilakukakan pemanasan untuk menghilangkan kadar air yang terkandung dalam katalissehingga terbentuklah natrium silikat.

4.3 PROSES ESTERIFIKASI

  Pada percobaan ini dilakukan perlakuan awal yaitu esterifikasi pada minyak kemiri sunan dengan kondisi optimum perbandingan rasio mol Alkohol/FFA 9:1, o suhu reaksi 60 C, jumlah katalis H SO 98% sebesar 1%, waktu reaksi 60 menit 2 4 [10]. N x c x M Kadar asam lemak bebas = x 100% 10 x gr sampel Tabel 4.3 Karakteristik Minyak Hasil Esterifikasi Parameter JumlahFFA 1,0538 % Kadar air 1,173 %Berdasarkan hasil perhitungan, didapat angka asam lemak bebas minyak kemiri sunan sebelum dilakukan esterfikasi yaitu 9,1517% Kemudian setelahdilakukan esterifikasi didapatkan penysihan angka asam lemak sebesar 88,48% sehingga angka asam lemak bebas berkurang menjadi 1,0538%.

4.4 OPTIMASI PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN DENGAN KEBERADAAN CO-SOLVENT ASETON DAN KATALIS NATRIUM SILIKAT TER KALSINASI

  si k ea R tu k a W Katalis Gambar 4.4 Kontur Yield Biodiesel untuk jumlah katalis dan waktu pada suhu o 40 C dan Co-Solvent 20% 37 Gambar 4.4 menunjukkan bahwa rasio jumlah katalis lebih menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap yield biodiesel yang dihasilkan dibandingkan o dengan waktu reaksi pada suhu reaksi dan jumlah co-solvent masing-masing 40 C jam dan 20% dari berat minyak. 44 45 Gambar 4.9 Kontur Yield Biodiesel Untuk Jumlah Co-solvent Dengan SuhuReaksi Pada Jumlah Katalis 3% Dan Waktu Reaksi 30 Menit Gambar 4.9 menunjukkan bahwa kedua variabel yaitu jumlah co-solvent yang memberikan hasil yang signifikan terhadap yield biodiesel yang dihasilkan namun suhu menunjukkan peningkatan yang kurang signifikan pada penambahan suhu reaksi pada jumlah katalis dan suhu reaksi masing-masing 3% dan 40 o C.

4.5 VALIDASI MODEL

2 Ketetapan R diteliti dengan tujuan untuk menguji ketepatan model. Dalam

  2 kasus ini, nilai observasi terhadap nilai prediksi yield biodiesel memiliki nilai R sebesar 0,9346yang mengindikasikan bahwa model ini dapat menjelaskan 93,46%dari validasi model yang dapat dilihat pada gambar 4.10 Nilai aktual yield biodiesel ditunjukkan dalam bentuk titik-titik pada gambar, sedangkan nilaiprediksi yield prediksi ditunjukkan dalam garis linear. 20 23 91.79 89.53 22 74.18 73.98 21 95.19 96.15 90.20 93.79 91.18 19 87.59 86.75 18 95.16 94.02 17 87.74 92.74 24 16 28 o 95.19 Dari data Tabel 4.6 dapat dilihat nilai yield biodiesel yang didapatkan tidak jauh berbeda dengan yield biodiesel yang diprediksi.

4.6 Efektifitas Co-Solvent

Pada penelitian ini dilakukan pembuatan biodiesel tanpa menggunakan co- solvent yang akan dibandingkan dengan proses pembutan dengan aseton sebesar o 20% dengan variasi yang sama yaitu dengan jumlah katalis 3%, Suhu 40 C dan waktu 30 menit yang sama yaitu untuk melihat kefektifan aseton dalampembuatan biodiesel dengan katalis heterogen natrium silikat dengan minyak kemiri sunan seperti yang dapat dilihat pada gambar 4.11 . 120 100 80ld 60ie Y 40

20 Tanpa Co-solvent Dengan Co-

  Solvent Grafik 4.11 Efek Aseton Vs YieldPada gambar 4.11 dapat dilihat bahwa perbedaan % yield yang di peroleh dengan dan tanpa co-solvent memiliki perbedaan yang sangat signifikan dimanadengan mengunakan co-solvent sebesar 20% diperoleh hasil sebesar 96.1493% dan tanpa mengunakan co-solvent diperoleh sebesar 71.1547%. Hal ini juga didapatkan pada penelitian ini dimanadengan mengunakan co-solvent pada pembuatan biodiesel didapatkan yield sebesar 96,1493 sedangkan pada pembuatan biodiesel tanpa mengunkan co-solvent hanya didapat yield sebesar 71,1547%.

4.7 Karakteristik Biodiesel dari Minyak Kemiri Sunan

  Berikut ini merupakan tabel Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Biodiesel Minyak kemiri sunan yang memiliki nilai Yield optimum yaitu pada run 20 yangdirangkum dari Tabel 4.8. Tabel 4.8 Karakteristik Biodiesel Minyak Kemiri Sunan Nilai Nilai AcuanParameter MetodePraktek Standar [28,69] Densitas 872,68 850 – 890 SNI ISO 3507Viskositas 5,3105 2,3 – 6,0 SNI ASTM D 445Acid Value 0,41 Max.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

  Pada proses pembuatan biodiesel dari minyak kemiri sunan, variabel yang paling berpengaruh berturut-turut adalah Jumlah dari katalis, jumlah co- solvent, waktu reaksi, interaksi antara co-solvent denga co-solvent, waktu dengan waktu, suhu dengan suhu, katalis dengan katalis serta interaksi antara co-solvent terhadap waktu yang memberikan pengaruh yang signifikanterhadap nilai yield biodiesel. Untuk mendapatkan yield yang tinggi (<95) variasi variabel terbaik adalah dengan pengunaan jumlah katalis dalam rentang 3 – 3,6% berat bahan baku, o penggunaan suhu reaksi adalah dalam rentang 36,5-44 C, penggunaan jumlah co-solvent terbaik adalah dalam rentang 19 – 27,5% berat bahan baku dan dengan waktu reaksi 20-45 menit.

5.2 SARAN

Adapun saran yang dapat diberikan dari penelitian yang telah dilakukan adalah untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut padakondisi optimum tetang stabilitas dan pedaurulangan katalis natrium silikat terkalsinasi untuk mengetahui sejauhmana kefektifitasan katalitik padakeberadaan co-solvent aseton. 51

DAFTAR PUSTAKA

  32 [32] Husni Husin, Lia Mairiza dan Zuhra, "Oksidasi Parsial Metana MenjadiMetanol dan Formaldehida Menggunakan Katalis CuMoO3/SiO2 :Pengaruh Rasio Cu:Mo, Temperatur Reaksi dan Waktu Tinggal," Jurnal Rekayasa dan Lingkungan, 6(1) 2007: hal. Appendix A.[47] Andriana dan Nelly Suryani, "Penentuan Temperatur dan wakti Optimum Transesterifikasi pada Proses Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kemiri Sunan", 2010, Politeknik Negeri Bandung.

Oke pembahasan tentang Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw) Dengan Keberadaan Co-Solvent Aseton dan Katalis Heterogen Natrium Silikat Terkalsinasi semoga tulisan ini berfaedah terima kasih

untuk beli mesin proses kemiri bisa menghubungi kami ya. Mesin Ayak Kemiri,

Artikel ini diposting pada kategori

https://id.123dok.com/document/8rz34dyx-pembuatan-biodiesel-dari-minyak-kemiri-sunan-reutealis-trisperma-blanco-airy-shaw-dengan-keberadaan-co-solvent-aseton-dan-katalis-heterogen-natrium-silikat-terkalsinasi.html

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot